materi ipa SD kelas VI semester 1:pertumbuhan dan perkembangan manusia

MAKALAH

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA MANUSIA

Tugas untuk Mata Kuliah : Pengembangan Pembelajaran IPA SD

Dosen Pengampu: Fitria Wulandari, S. Pd.

Disusun Oleh :

Anggraini Hamzah             (108620600113)

KELAS PGSD B-PAGI

SEMESTER 5

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

2012

DAFTAR PUSTAKA

Ibayati, Yayat, Sri Anggraeni, dan Lilis. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam: SD/MI Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional.

Sulistyanto, Heri dan Edy Wiyono. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 6: untuk SD dan MI Kelas VI/ Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

http://mediabelajaronline.blogspot.com/2011/07/pertumbuhan-dan-perkembangan-pada.html

Diakses dari google 04/10/2012 pukul 22.51 WIB

http://mediabelajaronline.blogspot.com/2011/07/pertumbuhan-dan-perkembangan-pada.html

Diakses dari google 04/10/2012 pukul 22.51 WIB

http://zaifbio.wordpress.com/2010/02/12/pertumbuhan-dan-perkembangan/

Diakses dari google 04/10/2012 pukul 22.57 WIB

http://sains.geoklik.com/perkembangan-dan-pertumbuhan-pada-makhluk-hidup/

Diakses dari google 04/10/2012 pukul 22.48 WIB

http://unitedscience.wordpress.com/ipa-2/bab-1-pertumbuhan-dan-perkembangan/

Diakses dari google 04/10/2012 pukul 22.53 WIB

http://biokuasyik.blogspot.com/2012/03/pertumbuhan-dan-perkembangan-manusia.html

Diakses dari google 04/10/2012 pukul 22.58 WIB

http://afhie-cirebon.blogspot.com/2012/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

Diakses dari google 04/10/2012 pukul 23.00 WIB

http://www.birotiket.web.id/2012/06/inilah-tahapan-perkembangan-remaja.html

Diakses dari google 06/10/2012 pukul 09.13 WIB

http://asagenerasiku.blogspot.com/2012/08/fase-fase-pertumbuhan-dan-perkembangan.html

Diakses dari google 06/10/2012 pukul 09.18 WIB

http://reissyanna.blogspot.com/2012/03/pertumbuhan-dan-perkembangan-manusia.html

Diakses dari google 06/10/2012 pukul 10.07 WIB

http://zamrudblog.blogspot.com/2012/07/pertumbuhan-dan-perkembangan-makhluk.html#ixzz28U5WeL27

Diakses dari google 06/10/2012 pukul 10.18 WIB

http://permathic.blogspot.com/2012/05/manfaat-dan-kandungan-susu-bagi.html

Diakses dari google 06/10/2012 pukul 10.30 WIB

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Dalam makalah ini, penyusun mengkaji tentang pertumbuhan dan perkembangbiakan pada manusia. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan sejajar dan berdampingan. Jadi proses pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya yang terjadi pada diri kita, kalau diamati keadaan ketika bayi sangat berbeda dengan keadaan saat ini.

Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran massa dan tinggi yang tidak dapat kembali ke asal (irreversible). Sedangkan perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Tujuan daripada makalah ini adalah agar pembaca mengetahui tentang pertumbuhan dan perkembangan pada manusia. Apalagi dalam pendidikan, karena objek yang akan dipelajari ini adalah tentang kita sendiri. Maka materi yang dikaji dalam makalah ini penting untuk dapat dipahami.

Namun penulis menyadari akan adanya kelemahan dan kekurangan pada makalah ini. Oleh karena itu, segala kritik pembangun dan sumbangan saran akan diterima dengan penuh ucapan terima kasih demi semakin baiknya sajian makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Sidoarjo,    Oktober 2012

                                                                                                                               Penyusun

i

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………….i

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………ii

BAB I             PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang………………………………….…………………………………………..1

1.2         Rumusan Masalah…………………………………………………………………………..2

1.3         Tujuan……………………………………………………………………………………….2

BAB II            KAJIAN PUSTAKA

2.1       Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Manusia………………………………….3

2.2       Proses Pertumbuhan dan Perkembangbiakan Manusia……………………………4

2.3       Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Manusia………………11

2.4       Ciri-ciri Pertumbuhan dan Perkembangbiakan pada Manusia…………………..23

2.5       Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia…………………………………………………………………………..23

BAB III          PENUTUP

3.1       Simpulan……………………………………………………………………………………30

3.2       Saran……………………………………………………………………………………….31

Daftar Pustaka

ii

Sumber: Ensiklopedia Iptek

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu tumbuh dan berkembangbiak.

Tumbuh berarti terjadi pertambahan tinggi dan berat tubuh

Sedangkan berkembangbiak artinya menghasilkan makhluk baru yang sama jenisnya.

Makhluk hidup berkembangbiak untuk melestarikan keturunannya.

Dan mereka saat menuju kemampuan untuk dapat berkembangbiak itulah mereka mengalami pertumbuhan tinggi dan berat.

Sehingga pertumbuhan dan perkembangan saling berkaitan satu sama lain.

Seperti yang terjadi pada tubuhmu yang semakin berat dan tinggi.

Itu artinya nanti kalian juga dapat menghasilkan keturunan seperti ayah dan ibu yang menghasilkan keturunan. Untuk lebih memahaminya, mari kita pelajari bersama materi pelajaran berikut!

A. Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Manusia

Proses pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya yang terjadi pada manusia, jika diamati keadaan ketika bayi sangat berbeda dengan keadaan saat dewasa. Hal tersebut karena manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan adalah proses perubahan biologi yang terjadi pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran, baik dalam bentuk ukuran volume, massa ataupun tinggi yang bersifat irreversible ( tidak dapat kembali ke bentuk semula). Selain disebabkan pertambahan ukuran sel, pertumbuhan juga terjadi karena pertambahan jumlah sel. Contohnya bayi yang baru lahir ukurannya + 45 cm dengan berat badan + 3 kg. Setelah mengalami pertumbuhan, tinggi badan dapat mencapai lebih dari 150 cm dan berat badan lebih dari 30 kg.

Sedangkan perkembangan adalah perubahan yang terjadi selama masa pertumbuhan menuju pada suatu proses menuju kedewasaan sehingga terbentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi berbeda. Pada hewan dan manusia ditandai dengan kematangan organ reproduksi sehingga siap untuk menghasilkan keturunan. Perkembangan juga menyebabkan perkembangan psikis dari usia bayi, anak-anak, dan menjadi dewasa. Setelah dewasa, manusia dapat menghasilkan keturunan sehingga populasi manusia akan terjaga kelestariannya.

B. Proses Pertumbuhan dan Perkembangbiakan Manusia

Pertumbuhan dan perkembangbiakan pada manusia terjadi dengan melalui proses tertentu. Diantaranya adalah proses sebagai berikut ini:

1. GAMETOGENESIS

Merupakan peristiwa pembentukan sel gamet, baik gamet jantan/sel spermatozoa (spermatogenesis) dan juga gamet betina/sel ovum.

1.      Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel spermatozoa. Dibentuk di dalam tubula seminiferus. Dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu :

  1. Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pembentukan sperma secara langsung. Serta merangsang sel sertoli untuk meghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) untuk memacu spermatogonium untuk melakukan spermatogenesis.
  2. Hormon LH yang berfungsi merangsang sel Leydig untuk memperoleh sekresi testosterone (yaitu suatu hormone sex yang penting untuk perkembangan sperma).

Berlangsung selama 74 hari sampai terbentuknya sperma yang fungsional. Sperma ini dapat dihasilkan sepanjang usia. Sehingga tidak ada batasan waktu, kecuali bila terjadi suatu kelainan yang menghambat penghasilan sperma pada pria.

2. Oogenesis merupakan proses pembentukan dan perkembangan sel ovum. Proses oogenensis dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu :

  1. Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel sekitar sel ovum.
  2. Hormon Estrogen yang berfungsi merangsang sekresi hormone LH.
  3. Hormon LH yang berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses pematangan sel ovum).
  4. Hormon progesteron yang berfungsi untuk menghambat sekresi FSH dan LH

Selama 28 hari sekali sel ovum dikeluarkan oleh ovarium. Sel telur ini telah matang (mengalami peristiwa ovulasi). Selama hidupnya seorang wanita hanya dapat menghasilkan 400 buah sel ovum setelah masa menopause yaitu berhentinya seorang wanita untuk menghasilkan sel ovum yang matang Karena sudah tidak dihasilkannya hormon, sehingga berhentinya siklus menstruasi sekitar usia 45-50 tahun.

2.    REPRODUKSI

Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah. Pada manusia untuk menghasilkan keturunan yang baru diawali dengan peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi pada manusia dilakukan dengan cara generatif atau seksual (kawin). Untuk dapat mengetahui reproduksi pada manusia, kita harus mengetahui organ-organnya.

a.       PRIA

Organ reproduksi pria terdiri dari :

1) Penis merupakan organ kopulasi yaitu hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memindahkan semen ke dalam organ reproduksi betina. Penis diselimuti oleh selaput tipis yang nantinya akan dioperasi pada saat dikhitan/sunat.

Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormone testosterone.

2)    Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma.

3)     Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis.

4)    Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dana menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra.

5)    Urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan terdapat di penis.

b.      WANITA

Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara.

Ovarium merupakan organ utama pada wanita. Berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti :

a.     Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam prosers pematangan sel ovum.

b.      Progesterone yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan.

Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. Oviduk merupakan saluran panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk seperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Serviks merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai leher rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina.

Setelah  ovulasi  maka  sel  ovum  akan  mengalami  2  kemungkinan  yaitu  :

1.      Tidak terjadi fertilisasi maka sel ovum akan mengalami menstruasi yaitu luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Terjadi secara periodik/siklus. Mempunyai kisaran waktu tiap siklus sekitar 28-35 hari setiap bulannya.

2.   Terjadi fertilisasi yaitu peleburan antara sel sperma dengan sel ovum yang telah matang dan menghasilkan zygote. Zygote akan menempel/implantasi pada dinding uterus dan tumbuh berkembang menjadi embrio dan janin. Keadaan demikian disebut dengan masa kehamilan/gestasi/nidasi. Janin akan keluar dari uterus setelah berusia 40 minggu/288 hari/9 bulan 10 hari. Peristiwa ini disebut dengan kelahiran.

 

C. Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Manusia

Pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim dimulai ketika terjadi penggabungan antara sel sperma dan sel telur. Rahim hanya dimiliki perempuan. Jadi, pertumbuhan dan perkembangan pertama kali terjadi di dalam tubuh seorang ibu.

Manusia mengalami dua tahap pertumbuhan dan perkembangan, yaitu prakelahiran (fase embrionik) dan pascakelahiran (fase pasca embrionik). Berikut ini adalah uraian tentang tahapan pertumbuhan prakelahiran dan pascakelahiran pada manusia.

  1. Pertumbuhan dan Perkembangan Prakelahiran

Proses pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dimulai sejak terjadinya fertilisasi (pembuahan ovum oleh sperma) yang membentuk zigot. Zigot terus membelah membentuk embrio. Berikut ini adalah pertumbuhan dan perkembangan prakelahiran pada manusia.

a. Fertilisasi (Pembuahan)

Pada proses ini terjadi pembuahan antara sel telur dan sel sperma yang menghasilkan zigot, secara genetik bisa laki-laki atau perempuan. Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus (rahim) ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan HCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan. HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut. Zigot akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dari satu sel tumbuh menjadi dua sel, empat sel, dan seterusnya.Janin/ embrio akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :

  1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
  2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
  3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
  4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluh darah yang pertama.

Berikut adalah gambar pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim:

Sumber: blog.codingwear.com

  1. Pertumbuhan dan Perkembangan Pascakelahiran

Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi setelah kelahiran merupakan suatu proses kelanjutan dari proses perubahan dari embrio dan janin. Setelah bayi lahir, tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah masa balita dan anak-anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa tua (manula).

  1. Masa Balita (0- 5 tahun)

Masa balita merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan dari lahir hingga usia di bawah lima tahun.Tahap dari lahir hingga bayi berusia 1 minggu dikenal dengan istilah neonatal/neonatus, yaitu massa yang paling rentan, karena merupakan masa penyesuaian diri di luar uterus (rahim ibu). Pertumbuhan sel-sel penyusun tubuh pada masa balita ini paling cepat dibanding pada massa-massa yang lain.Volume otak bayi yang baru lahir berkisar antara 300 – 400 ml.

Bayi sangat membutuhkan ASI (Air Susu Ibu) untuk pertumbuhannya. Setelah bayi lahir, penyesuaian yang pertama kali adalah pernapasan karena setelah lahir persediaan Oksigen dari ibu terputus. Saat bayi lahir, perubahan mendadak antara udara yang hangat di dalam rahim dengan udara luar yang dingin menyebabkan bayi menangis sehingga menarik udara masuk paru-paru dan pernapasan pun dimulai.

Pada saat bayi lahir, gigi susu serta gigi seri telah ada pada gusi. Namun, gigi susu biasanya tumbuh pada usia enam bulan atau tujuh bulan. Gigi bawah tumbuh lebih dulu daripada gigi atas. Geraham pertama muncul antara umur 12  dan 16 bulan, kemudian gigi taring menyusul. Pada usia 1 bulan, bayi mulai membalikkan kepala, belajar memfokuskan mata, serta mengkoordinasikan mata dengan mengikuti benda bergerak. Usia 2 bulan mulai tersenyum.Selanjutnya, bayi mengkoordinasikan tangan untuk memegang benda. Umur 3 bulan, bayi sudah mulai belajar bersuara. Umur 6 bulan bayi sudah mulai dapat membedakan antara orang yang dikenalnya dan orang asing. Memasuki umur 7 bulan, bayi mulai berputar, duduk, kemudian merangkak, belajar berdiri sambil berpegangan. Selanjutnya, berdiri tanpa berpegangan di akhir tahun pertama. Selain itu, mulai belajar meniru bermacam-macam bunyi yang memiliki arti tertentu. Oleh karena itu, masa balita disebut masa Golden Age, karena mengalami banyak perkembangan yang berarti.

Tahun kedua, telah mengetahui hubungan dirinya dengan keluarga, dan ingin mengetahui semuanya. Antara umur 1 – 3 tahun, bayi belajar memusatkan perhatian dan minat pada benda-benda, belajar untuk tidak tergantung pada orang lain. Perasaan cemas dan takut mulai ada. Belajar lebih cepat, dapat berjalan, mulai berceloteh hingga bercakap-cakap, menyelidiki rumah dan sekitarnya, serta belajar makan sendiri.

Antara umur 3 – 6 tahun, sifat keingintahuan sangat menonjol. Banyak bertanya, kemampuan pengamatan bertambah dengan teratur sehingga mulai mampu memecahkan teka-teki sederhana. Angan-angan anak berkembang pesat, penuh imajinasi, misalnya teman main pura-pura, ayah khayalan, dan meniru orang tua.

Berikut gambar tahap pertumbuhan anak:

Sumber: vanek-blog.blogspot.com

  1. Tahap masa anak-anak (usia 6 – 11 tahun)
  • Periode awal masa anak : dari usia 2 tahun sampai 6 tahun. Pada periode ini ukuran badan menjadi lebih tinggi, keterampilan motorik menjadi lebih luwes, mulai dapat mengontrol diri sendiri dan dapat memenuhi menjadi lebih luas. Pada masa ini anak mulai bermain dengan membentuk kelompok teman sebaya.
  • Periode masa anak-anak : dari usia 6 sampai 11 tahun. Pada masa ini anak belajar tentang dunianya lebih luas dan mulai dapat menguasai tanggung jawab, mulai memahami aturan, mulai menguasai proes berpikir logis, mulai menguasai keterampilan baca tulis, dan lebih maju dalam memahami diri sendiri, dan pertemanan.

c. Tahap Remaja (Adolescence)  Usia 12 hingga 21 tahun

Pada tahap remaja dibedakan menjadi 3 tahap, yaitu remaja awal, remaja pertengahan dan remaja akhir.

·         Remaja awal (12-13 tahun)

Perkembangan fisik

Beberapa perkembangan fisik yang terjadi pada periode ini adalah pertumbuhan rambut pada beberapa area tubuh, meningkatnya produksi dan pengeluaran keringat serta minyak pada rambut dan kulit, kejadian ini biasa juga disebut dengan istilah tanda-tanda pubertas pada seseorang. Pada remaja perempuan, payudara mulai mengalami pembesaran serta mulai mengalami menstruasi, sedangkan pada remaja laki-laki, alat kelamin mulai mengalami pertumbuhan, mimpi basah serta perubahan suara. Periode ini juga merupakan periode dimana berat badan dan tinggi badan mengalami perkembangan yang luar biasa.

Perkembangan Kognitif

Pada tahapan ini, kemampuan berfikir mulai tumbuh dan pada umumnya sudah mulai berfikir tentang masa depan meskipun dalam taraf terbatas dan aspek moral selalu menjadi perhatian.

Perkembangan Sosial-Emosional

Remaja pada tahapan ini mulai berusaha menunjukkan identitas dirinya,  muncul perasaan canggung  saat bertemu dengan seseorang, konflik dengan orang tua meningkat, pengaruh teman sebaya sangat besar, memiliki perasaan bebas dan tidak mau diatur, memiliki kecenderungan berperilaku kekanak-kanakan khususnya jika mereka mengalami stress, sifat moodi meningkat, ketertarikan kepada lawan jenis juga meningkat.

·         Remaja pertengahan (14-16 tahun)

Perkembangan fisik

Pertumbuhan pubertas pada tahapan ini sudah sempurna, disisi lain pertumbuhan fisik pada perempuan mulai melambat akan tetapi pada remaja laki-laki terus berlanjut.

Perkembangan Kognitif

Kemampuan berfikir terus meningkat, sudah mulai mampu menetapkan sebuah tujuan, tertarik pada hal-hal yang lebih rasional dan mulai berfikir tentang makna sebuah kehidupan

Perkembangan Sosial-Emosional

Pada periode ini, remaja mulai melibatkan diri secara intens dalam sebuah kegiatan yang ia senangi, mengalami perubahan dari harapan yang tinggi tetapi dengan konsep diri yang kurang. Body Image terus berlanjut, kecenderungan untuk jauh dari orang tua semakin meningkat dan semakin ingin bebas dari orang tua, pengaruh teman sebaya juga masih sangat kuat, issu popularitas bisa mejadi sangat penting dalam periode ini, perasaan cinta dan gairah pada lawan jenis semakin meningkat.

·         Remaja akhir (17-21 tahun)

Perkembangan fisik

Pertumbuhan fisik pada remaja putri biasanya sudah mencapai pada puncaknya atau sudah sempurna, sedangkan pada remaja putra, masih terus berlanjut khususnya pada peningkatan berat, tinggi, massa otot dan rambut pada tubuh.

Perkembangan Kognitif

Mereka sudah mulai memiliki kemampuan untuk memikirkan sebuah ide mulai dari awal sampai akhir, kemampuan untuk menunda kepuasan atau kegembiraan, mulai peduli pada masa depan dan berpikir rasional.

Perkembangan Sosial-Emosional

Identitas diri semakin kuat, termasuk identitas seksual, stabilitas emosi dan kepedulian terhadap orang lain semakin meningkat, semakin mandiri, hubungan antar teman sebaya tetap menjadi isu yang penting dan hubungan dengan lawan jenis semakin serius.

Pada usia tahap remaja, manusia mengalami masa pubertas. Pubertas adalah masa pertumbuhan yang cepat dan dimulailah kematangan seksual.Masa pubertas bisanya dimulai saat berusia 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa pubertas terjadi perubahan fisik dan psikologi yang sangat pesat. Perubahan fisik dipengaruhi oleh hormon-hormon reproduksi. Perubahan ini meliputi ciri-ciri kelamin primer dan sekunder.

Ciri – ciri kelamin primer:

(a)  Laki – laki

Masa pubertas seorang laki-laki dimulai ketika organ-organ reproduksi laki-laki telah berfungsi. Masa pubertas ini ditandai dengan peristiwa mimpi basah, yaitu keluarnya sperma dari tubuh. Sperma dihasilkan oleh testis / buah zakar. Proses pembentukan sperma atau sel kelamin disebut spermatogenesis.

(b)  Perempuan

Masa pubertas seorang perempuan dimulai ketika organ – organ reproduksi perempuan telah berfungsi. Pada saat ini perempuan telah mengalami oogenesis. Oogenesisadalah proses pembentukan ovum (sel telur ) atau sel kelamin perempuan. Oogenesis terjadi di dalam ovarium (indung telur). Masa puber ini ditandai dengan haid (menstruasi), yaitu keluarnya darah dari lubang vagina akibat peluruhan ovum bersama lapisan dinding rahim. Peristiwa pelepasan ovum dari ovarium disebut ovulasi. Menstruasi terjadi sebagai akibat sel telur tidak dibuahi oleh sperma. Lama siklus menstruasi perempuan berbeda-berbeda. Lama masa menstruasi dipengaruhi oleh faktor makanan, gangguan emosional, stress, atau kondisi kesehatan. Rata-rata siklus menstruasi perempuan 28 hari.

Ciri-ciri kelamin sekunder:

Ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron,  sedangkan pada laki-laki dipengaruhi oleh hormon testoteron.

(a) Laki-laki

( 1 ) Dada menjadi lebar dan bidang

( 2 ) Suara besar dan berat

( 3 ) Tumbuh rambut pada ketiak dan sekitar kemaluan

( 4 ) Jakun membesar

(b) Perempuan

( 1 ) Payudara dan pinggul membesar

( 2 ) Kulit menjadi halus

( 3 ) Suara kecil dan lembut

( 4 ) Tumbuh rambut pada ketiak dan sekitar kemaluan

        Perubahan psikis pada anak laki-laki dan perempuan relatif sama. Pola pikir mengalami perubahan, yaitu mulai berpikir abstrak, lebih logis dan kritis. Perkembangan emosi belum stabil dan peka terhadap rangsangan afektif (melibatkan emosi/perasaan). Pada awal masa pubertas, remaja merasa lebih dekat dengan teman-teman sebayanya daripada orang tuanya, mulai mendambakan kebebasan, rasa ingin tahunya meningkat dan mulai mengidolakan seorang tokoh yang dikagumi. Ciri-ciri pubertas secara psikis juga ditandai dengan usaha mencari identitas diri dan mulai tertarik kepada lawan jenis.

d. Tahap Dewasa (Adulthood) usia 21 –  60 Tahun

     Tahap dewasa dibagi menjadi 3 periode (Hurlock, 1968), yaitu:

1. Masa Dewasa Awal (Early Adulthood) usia 21 tahun – 40 tahun

  • Secara biologis merupakan masa puncak perumbuhan fisik yang prima dan usia tersehat dari populasi manusia secara keseluruhan (healthiest people in population) karena didukung oleh kebiasaan-kebiasaan positif (pola hidup sehat).
  • Secara psikologis, cukup banyak yang kurang mampu mencapai kematangan akibat banyaknya masalah dihadapi dan tidak mampu diatasi baik sebelum maupun setelah menikah, misalnya: mencari pekerjaan, jodoh, belum siap menikah, masalah anak, keharmonisan keluarga, dll.
  • Tugas-tugas perkembangan (development task) pada usia ini meliputi : pengamalan ajaran agama, memasuki dunia kerja, memilih pasangan hidup, memasuki pernikahan, belajar hidup berkeluarga, merawat dan mendidik anak, mengelola rumah tanggga, memperoleh karier yang baik, berperan dalam masyarakat, mencari kelompok sosial yang menyenangkan.

2. Masa Dewasa Madya/Setengah Baya (Middle Age) usia 40 – 60 tahun

  • Aspek fisik sudah mulai agak melemah, termasuk fungsi-fungsi alat indra, dan mengalami sakit dengan penyakit tertentu yang belum pernah dialami (rematik, asam urat, dll).
  • Tugas-tugas perkembangan meliputi : memantapkan pengamalan ajaran agama, mencapai tanggung jawab sosial sebagai warga negara, membantu anak remaja belajar dewasa, menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan pada aspek fisik, mencapai dan mempertahankan prestasi karier, memantapkan peran-perannya sebagai orang dewasa.

3. Masa Dewasa Lanjut / Masa Tua (Old Age) usia 60 tahun –  Mati

  • Ditandai dengan semakin melemahnya kemampuan fisik dan psikis (pendengaran, penglihatan, daya ingat, cara berpikir dan interaksi sosial).
  • Tugas-tugas perkembangan meliputi : Lebih memantapkan diri dalam pengamalan ajaran-ajaran agama. Mampu menyesuaikan diri dengan : menurunnya kemampuan fisik dan kesehatan, masa pensiun, berkurangnya penghasilan dan kematian pasangan hidup. Membentuk hubungan dengan orang seusia dan memantapkan hubungan dengan anggota keluarga.

e. Manula (usia di atas 60 tahun)

Manusia tidak selamanya berada dalam puncak  kekuatan. Menjadi tua adalah proses yang biasa dialami semua makhluk hidup, termasuk manusia. Manusia lanjut usia sering disebut manula.Pada masa usia lanjut ini, kekuatan tumbuh tulang berkurang. Jika cedera susah sembuh. Keadaan keseimbangan metabolisme tubuh berkurang, penyembuhan luka berkurang kecepatannya, kerja organ-organ tubuh menurun, berkurangnya elastisitas kulit, dan rambut memutih.

Pada wanita (umur 48-50) mengalami menopause, yaitu berakhirnya kemampuan organ reproduksi menghasilkan ovum. Pada laki-laki kemampuan seksual kemungkinan menurun. Penurunan yang teratur dalam hal penciuman, pendengaran, penglihatan, dan ingatan. Pada masa usia lanjut sering terjadi gangguan kesehatan. Hal ini tergantung pada manusia, bagaimana memelihara dan menjaga kesehatan tubuhnya. Masa ini, tanggung jawab manusia biasanya sudah berkurang.

D. Ciri-ciri Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia

Adapun ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan pada manusia adalah sebagai berikut:

Pertumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Dalam pertumbuhan akan terjadi perubahan ukuran dalani hal bertambahnya ukuran fisik, seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan, lingkar dada, dan lain- lain.
  2. Dalam pertumbuhan dapat terjadi perubahan proporsi yang dapat terlihat pada proporsi fisik atau organ manusia yang muncul mulai dari masa konsepsi hingga dewasa.
  3. Pada pertumbuhan dan perkembangan terjadi hilangnya ciri-ciri lama yang ada selama masa pertumbuhan, seperti hilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu, atau hilangnya refleks-refleks tertentu.
  4. Dalam pertumbuhan terdapat ciri baru yang secara perlahan mengikuti proses kematangan, seperti adanya rambut pada daerah aksila, pubis, atau dada.

Perkembangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Perkembangan selalu melibatkan proses pertumbuhan yang diikuti dari perubahan fungsi, seperti perkembangan sistem reproduksi akan diikuti perubahan pada fungsi alat kelamin.
  2. Perkembangan memiliki pola yang konstan dengan hukum tetap, yaitu perkembangan dapat terjadi dari daerah kepala menuju ke arah kaudal atau dari bagian proksimal ke bagian distal.
  3. Perkembangan memiliki tahapan yang berurutan mulai dari kemampuan melakukan hal yang sederhana menuju kemampuan melakukan hal yang sempurna.
  4. Perkembangan setiap individu memiliki kecepatan pencapaian perkembangan yang berbeda.
  5. Perkembangan dapat menentukan pertumbuhan tahap selanjutnya, di mana tahapan  perkembangan harus melewati tahap demi tahap (Narendra, 2002).

 

E.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Pada dasarnya pertumbuhan manusia itu berbeda satu dengan yang lainnya karena mereka memiliki perbedaan genetik dan asupan dari masing-masing manusia. Sehingga bisa dikatakan bahwa faktor dari pertumbuhan manusia itu sendiri merupakan hal penting dalam perkembangan manusia.

1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Manusia

        Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan manusia dibagi menjadi 2 faktor, yaitu faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal).

# Faktor Dalam (Internal)

  1. Gen adalah substansi/materi pembawa sifat keturunan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat dari makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, rambut, dan sebagainya. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
  2. Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup sangat beragam jenisnya. Hormon pada manusia dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, yaitu suatu kelenjar yang tidak mempunyai saluran.

# Faktor Luar (Eksternal)

a. Makanan bergizi

Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Makanan bergizi berfungsi sebagai bahan baku untuk pertumbuhan. Makanan bergizi diantaranya:

ü  Makanan pokok banyak mengandung karbohidrat (zat tepung). Misalnyal nasi, jagung, roti, singkong, dan sagu. Karbohidrat sangat diperlukan oleh tubuh sebagai sumber tenaga. Dari sumber tenaga ini, kita bisa melakukan segala aktivitas atau kegiatan. Jadi, agar tubuh bertenaga maka setiap hari kita harus makan karbohidrat yang cukup yang bisa diambil dari nasi, roti, jagung, singkong, maupun sagu.

ü  Lauk pauk banyak mengandung protein dan lemak yang digunakan untuk membangun tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak. Contoh yang termasuk dalam lauk pauk adalah daging, ikan, ayam, telur, tempe, tahu, dan lain-lain.

ü  Sayur -sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral ini dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga tubuh dan tidak mudah terserang penyakit. Contoh sayur adalah bayam, kangkung, wortel, dan lain-lain.

ü  Buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral ini dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga tubuh dan tidak mudah terserang penyakit. Buah juga membantu mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak, seperti mencerahkan kulit dan wajah. misalnya: mangga, heruk, pepaya, dan pisang.

ü  Susu mengandung banyak zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita, diantaranya yaitu kalsium dan fosfor. Zat tersebut dapat membuat tulang menjadi kuat sehingga dapat mencegah osteoporosis, juga berfungsi dalam pertumbuhan tulang sehingga dapat cepat tinggi pada masa pertumbuhan manusia. Dapat menetralisir racun seperti timah atau logam yang masuk kedalam tubuh kita melalui makanan atau minuman.

b. Air merupakan medium paling baik untuk proses-proses kimia di dalam tubuh. Dari proses” kimia tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan dihasilkan energi. Energi tersebut kemudian untuk membantu pembentukan sel-sel baru atau perbaikan jaringan tubuh.

c. Aktifitas tubuh dapat mempengaruhi pertumbuhan apabila dilakukan dalam jangka waktu yang lama

d. Cahaya Matahari, peranan cahaya matahari terhadap pertumbuhan adalah dalam proses pembentukkkan tulang. kamu pasti ingat kalo untuk ngubah provitamin D menjadi vitamin D diperlukan cahaya matahari. kemudian vitamin D yg terbentuk digunakan untuk membantu pembentukan tulang.

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Manusia

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia dibagi menjadi 2 faktor, yaitu faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal).

# Faktor Dalam (Internal)

a. Faktor hereditas (warisan sejak lahir/ bawaan)

Hereditas merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak, atau segala potensi, baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma) sebagai pewarisan dari pihak orangtua melalui gen-gen. Setelah terjadi pembuahan maka terjadilah perpaduan kromoson yang jumlahnya menjadi 48 pasang. Perpaduan ini pun segera diikuti oleh pembelahan diri menjadi dua organism sehingga jumlah kromoson pada sel-sel baru tersebut tetap 24 pasang. Diantara kedua organism baru tersebut terjadilah perjuangan dan yang lebih kuat dapat terus hidup. Pada akhirnya hanya satu organisme yang berhasil hidup, maka akan lahir satu orang anak, tetapi apabila keduanya berhasil mempertahankan hidupnya, akan lahir anak kembar.

b. Hormon

  • Hormon testosteron, berperan mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria.
  • Hormon estrogen/progesteron, berperan mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita.

# Faktor Luar (Eksternal)

a. Faktor lingkungan, merupakan segala sesuatu yang berada di luar individu yang meliputi fisik dan sosial budaya. Lingkungan ini merupakan sumber seluruh informasi yang diterima individu melalui alat inderanya. Lingkungan ini terdiri atas:

  • Fisik, yaitu meliputi segala sesuatu dari molekul yang ada di sekitar janin sebelum lahir sampai kepada rancangan arsitektur suatu rumah
  • Sosial, yaitu meliputi seluruh manusia yang secara potensial mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perkembangan individu.
  • Kematangan fungsi-fungsi organis dan psikis, Kematangan merupakan fase perubahan yang dialami oleh individu karena pengaruh genetic dan berlangsung secara bertahap.
  • Aktifitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan, kemampuan seleksi, bisa menolak atau menyetujui, punya emosi, serta usaha membangun diri sendiri .Setiap fenomena atau gejala perkembangan anak merupakan produk dari kerjasama dan pengaruh timbal balik antara potensialitas hereditas dengan faktor-faktor lingkungan. Sehingga perkembangan merupakan produk dari pertumbuhan berkat pematangan fungsi-fungsi fisik, pematangan fungsi-fungsi fisik, pematangan fungsi-fungsi psikis dan usaha belajar oleh subyek anak dalam mencobakan segenap potensialitas rohani dan jasmaninya.

b. Kecerdasan (Intelek) atau daya piker berkembang sejalan dengan pertumbuhan saraf otak. Pertumbuhan saraf yang telah matang akan diikuti oleh fungsinya dengan baik, dan oleh karena itu seorang manusia akan juga mengalami perkembangan kemampuan berpikirnya. Arthur Jensen (1969) mengemukakan pendapatnya bahwal kecerdasan itu diwariskan (diturunkan). Ia juga mengemukakan bahwa lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minimal dalam kecerdasan. Perkembangan lebih lanjut tentang perkembangan kecerdasan ini ditunjukkan pada prilakunya, yaitu tindakan menolak dan memilih sesuatu. Tindakan itu telah mendapatkan proses pertimbangan atau lebih dikenal dengan proses analisis, evaluasi, sampai dengan kemanpuan menarik kesimpulan dan keputusan. Ketika seseorang bisa melakukan peramalan atau perediksi, perencanaan dan berbagai kemampuan analisis dan sintesis, hal ini dikenal dengan perkembangan kognitif.

c.   Temperamen (Emosi)

Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus dimiliki oleh manusia. Dalam hidupnya atau dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, banyak hal yang dibutuhkannya. kebutuhan setiap orag dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan-kebutuhan itu ada yang primer yang harus segera dipenuhi kebutuhannya dan kebutuhan sekunder yang yang pemenuhannya dapat ditangguhkan. Jika kebutuhan primer tidak segera dipenuhi maka seseorang akan merasa kecewa dan sebaliknya. Temperamen adalah gaya-perilaku karakteristik individu dalam merespons. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen bayi. Sebagian bayi sangat aktif menggerak-gerakkan tangan, kaki dan mulutnya dengan keras, sebagian lagi lebih tenang, sebagian anak menjelajahi lingkungannya dengan giat pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian.  Emosi merupakan gejala perasaan disertai dengan perubahan atau prilaku fisik, seperti marah yang ditunjukkan dengan teriakan suara keras, atau tingkah laku yang lainnya. Begitu pula sebaliknya seseorang yang gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar dan sebagainya.

d.   Sosial

Sejalan dengnan pertumbuhan badannya, bayi yang telah menjadi anak dan seterusnya dan menjadi dewasa akan mengenal lingkungan yang luas dan mengenal banyak manusia. Perkenalan dengan oranbg lain dimulai dengan mengenal ibunya, kemudian mengenal ayahnya dan saudara-saudaranya dan akhirnya mengenal manusia diluar keluarganya. Selanjutnya manusia yang dikenalnya semakin banyak dan amat heterogen, namunp pada umumnya setiap anak akan lebih tertarik pada teman sebayanya. Anak membentuk kelompok sebanya sebagai dunianya, memahami dunia anak, dan kemudian dunia pergaulan yang lebih luas. Akhirnya manusia mengenal kehidupan bersama, kemudian bermasyarakat atau berkehidupan sosial. Dalam perkembangannya setiap manusia pada akhirnya mengetahui bahwa manusia itu saling membantu dan dibantu, memberi dan diberi, sehingga membuat jiwa sosialnya semakin dewasa.

e.   Bahasa

Fungsi bahasa adalah untuk komunikasi. Setiap orang senantiasa berkomunikasi dengan dunia sekitarnya, dengan orang-orang disekitarnya. Pengertian bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan tanda, gerak dan suara untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain. Bicara adalah bahasa suara, bahasa lisan. Melalui bahasa inilah, manusia dapat mengalami perkembangbiakan linguistik.

f.   Bakat Khusus

Bakat merupakan kemampuan tertentu atau khusus yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya dengan rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan itu dapat berkembang dengan baik. Di dalam definisi bakat yang dikemukakan Guilford (Sumadi; 1984), bakat mencakup tiga dimensi  yaitu: dimensi perceptual, dimensi psikomotor dan dimensi intelektual. Seseorang yang emilki bakat akan lebih cepat dapat diamati, sebab kemampuan yang dimiliki  akan berkembang dengan pesat dan menonjol. Bakat khusus merupakan salah satu kemampuan untuk bidang tertentu seperti dalam bidang seni, olah raga ataupun keterampilan.

g.   Sikap, Nilai dan Moral

Bloom (Woolfolk dan Nicolich, 1984: 390) mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses belajar kelompok menjadi tiga sasaran, yaitu penguasaaan pengetahuan (kognitif), penguasaaan nilai dan sikap (afektif) dan penguasaan psikomorik. Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikis manusia, manusia mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang boleh dan hal-hal yang tidak boleh, yang harus dilakukan  dan yang dilarang.

By anggie quydheekuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s